Saat ini banyak orang tua yang memprioritaskan anak pada kegiatan belajar dan belajar. Tidak hanya puas dengan kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah, seorang anak masih harus mengikuti berbagai macam les lainnya untuk menunjang prestasinya di sekolah. Sekarang ini dalam upaya untuk mengembangkan kecerdasan anak dapat ditempuh dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan berolahraga. Menurut Dini Safitri, olahraga dapat mengembangkan dan menstimulasi kecerdasan anak. Anak diberikan ruang dan waktu untuk bergerak dan bermain semau mereka. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan gerak anak dan kebugaran jasmani mereka.

Melalui olahraga anak dapat mengembangkan kemampuan persepsi motoriknya. Dengan menguasai kemampuan motorik tersebut, diharapkan dalam diri seorang anak akan timbul rasa senang dan percaya diri. Dengan olahraga anak juga belajar untuk bersaing, sehingga prestasi akademiknya juga ikut berpengaruh. Selain itu dengan berolahraga anak mampu meningkatkan harga diri dan keterampilan sosialnya. Bahkan dengan berolahraga anak dapat mengurangi perilaku negatif pada dirinya. Dengan demikian dengan berolahraga dapat membuat anak hidup secara seimbang. Dan anak-anak yang mendapat lingkungan yang kondusif akan menjadikannya sebagai anak-anak yang aktif, bugar, kreatif dan terampil.

Banyak orang yang mempunyai persepsi bahwa olahraga hanya untuk anak sekolah, remaja, dewasa, dan manula. Tetapi kenyataannya ada juga olahraga untuk anak usia 1-5 tahun (prasekolah). Dr. Ade Tobing, SpKO dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengingatkan orangtua perlu menyadari bahwa anak memiliki ciri khas yang berbeda dari orang dewasa, yakni proses pertumbuhan dan perkembangannya yang terlihat dari pertambahan tinggi dan berat badannya. Anak usia prasekolah perlu bergerak yang bisa didapatkan saat mereka bermain, “anak bergerak saat bermain, itulah olahraga untuk mereka.” Jelasnya. Namun, seorang ibu perlu mengatur durasi bermain untuk si kecil.   Lama bermain yang baik yakni selama 60 menit yang dikumulatifkan dalam sehari. Artinya ibu tersebut bisa menyicil bermain 10 menit pada pagi hari, lalu 15 menit pada siang hari dan selanjutnya sampai mencapai target 60 menit. Hal itu tentu tidak sulit mengingat anak-anak senang sekali bermain.

Lebih lanjut dr. Ade memaparkan manfaat berolahraga untuk prasekolah ini memiliki kemampuan ganda, karena selain untuk meningkatkan kesehatan jasmaninya saat ini, sekaligus bisa menjadi dasar dari kesehatannya di masa mendatang. Dengan aktif melakukan latihan jasmani, anak telah memulai lebih awal gaya hidup sehat yang akan melindunginya dari penyakit kurang gerak seperti penyakit jantung, diabetes, kegemukan, osteoporosis dan lain-lain. Berdasarkan kesiapan motorik dan kognitif (Sherman), latihan jasmani bagi anak usia 2-5 tahun adalah dengan melakukan keterampilan motorik sederhana, misalnya melompat, melempar, menangkap, berlari. Tetapi ingat, anak fun itu lebih penting, jangan memaksakan anak untuk mengikuti gerakan yang menurutnya aneh. Selain itu imbangi dengan pemberian asupan gizi seimbang pada anak.

Selain dari segi menyenangkannya, olahraga atau aktivitas untuk anak haruslah bersifat menantang dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dengan tetap memberikan pola gerak dasar, seperti jalan, lari, lompat, dan loncat. Kemudian

Dengan tetap melakukan aktivitas olahraga diharapkan seorang anak menjadi anak sehat. Yang dalam hal ini seorang anak yang sehat dapat dilihat dari (Muhajir, 2007:204):

  1. Tumbuh dengan baik, dapat dilihat dari naiknya berat badan dan tinggi badan secara teratur, dan proporsional.
  2. Tangkas, gesit dan gembira.
  3. Mata bersih dan bersinar.
  4. Nafsu makan baik, pencernaan baik, bibir dan lidah segar, pernafasan tidak berbau.
  5. Senang melakukan olahraga dan menikmati masa istirahatnya secara teratur.
  6. Kulit dan rambut bersih dan tidak kering.
  7. Tidak mempunyai perasaan tertekan dan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungnnya.
  8. Perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan umur dan kelamin.

Referensi:

Muhajir. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Safitri, Dini. (2008). Olahraga Dapat Mencerdaskan Anak. Dari:  http://www.inspiredkidsmagazine.com/ArtikelChildren.php?artikelID=36

Tobing, Ade. (2009).Olahraga Untuk Anak. Dari:  http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=199&catid=9


0 Responses to “OLAHRAGA UNTUK ANAK”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: